Sambut HKN, Dinkes Gelar Berbagai Kegiatan
October 8, 2016
Reaksi Cepat Tangani Kasus Demam Berdarah
February 3, 2017

Hubungan Asupan Zat Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester II dan III di Puskesmas Amurang Timur

Angka kematian ibu di negara berkembang menurut WHO (World Health Organisation) 40% berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara. Hal yang berhubungan dengan terjadinya anemia antara lain tingkat kecukupan protein, tingkat kecukupan vitamin C dan tingkat kecukupan besi.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi protein, vitamin V, asam folat dan zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester II dan III di Puskesmas Amurang Timur.

Jenis penelitian bersifat analitik yaitu dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Amurang Timur dengan jumlah sampel 65 ibu hamil dengan usia kehamilan Trimester II dan III. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semi Quantitative Food Frequency Quesioner (FFQ) dan uji laboratorium darah menggunakan metode Cyanmethemoglobin. Analisis statistik yang digunakan yaitu menggunakan uji chi square.

Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan antara konsumsi protein dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Puskesmas Amurang Timur dengan nilai =0,000. Hal ini dapat dilihat dari hasil tabulasi silang dimana sebagian besar responden dengan konsumsi protein yang kurang ternyata mempunyai kadar hemoglobin yang rendah (78,5%).

Sejalan dengan penelitian Yuwono dan Joko (2005) menyatakan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecukupan protein dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Mantingan, Ngawi. Demikian juga dengan penelitian Kusumah (2009) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kadar hemoglobin ibu hamil trimester II-III dengan jumlah asupan protein. Analisis data antara hubungan antara konsumsi konsumsi vitamin C dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Puskesmas Amurang Timur menunjukkan nilai =0,000 ..

Hal ini dapat dilihat dari hasil tabulasi silang dimana sebagian besar responden dengan konsumsi vitamin C yang kurang ternyata mempunyai kadar hemoglobin yang rendah (76,9%). Penelitian Yuwono dan Joko (2005) menyatakan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecukupan protein dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Mantingan, Ngawi. Penelitian Argana dkk (2004), menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara konsumsi vitamin C dengan kadar hemoglobin pada wanita usia 20-35 tahun atau wanita usia subur (=0,000). Hasil uji persamaan regresi menunjukkan setiap bertambahnya frekuensi konsumsi vitamin C satu kali akan meningkatkan kadar Hb sebesar 0,06 g/dL, artinya semakin seseorang sering mengkonsumsi vitamin C, maka kadar hemoglobin akan semakin tinggi. Vitamin C meningkatkan absorbsi besi non heme sebanyak empat kali lipat daripada yang tidak mengkonsumsi vitamin C, selain itu juga adanya indikasi bahwa terdapat peningkatan kadar Hb yang signifikan pada wanita vegetarian karena mengkonsumsi vitamin C.

Vitamin C akan membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Akan tetapi jika asupan vitamin C rendah, dapat memberikan implikasi terhadap kadar hemoglobin ibu hamil, sebagaimana yang diperoleh dari hasil penelitian Fatimah, dkk (2005) terlihat bahwa konsumsi vitamin C yang rendah berhubungan dengan status hemoglobin ibu hamil (p = 0,004). Terdapat juga hubungan antara konsumsi asam folat bdengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Puskesmas Amurang Timur dengan nilai =0,000. Hal ini dapat dilihat dari hasil tabulasi silang dimana sebagian besar responden dengan konsumsi asam folat yang kurang ternyata mempunyai kadar hemoglobin yang rendah (73,8%).

Sejalan dengan penelitian Kusumah (2009) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kadar hemoglobin ibu hamil trimester II-III dengan jumlah asupan asam folat. Demikian juga dengan hubungan antara konsumsi zat besi dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Puskesmas Amurang Timur dengan nilai =0,000. Hal ini dapat dilihat dari hasil tabulasi silang dimana sebagian besar responden dengan konsumsi zat besi yang kurang ternyata mempunyai kadar hemoglobin yang rendah (70,8%).

Kesimpulan : Terdapat hubungan konsumsi protein, vitamin C, asam folat dan zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester II dan III di Puskesmas Amurang Timur.

Oleh: Melchy Williams Tampinongkol, SST, MSi

1 Comment

  1. Melchy Williams says:

    Mantap…

    Semoga berlanjut terus websitenya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *